Keretaapi Argo Parahyangan kelas ekonomi memiliki konfigurasi sama dengan eksekutif, yakni 2-2. Kalau kamu suka duduk di samping jendela, pilih kursi dengan kode huruf A dan D. Kamu bisa menyaksikan berbagai macam pemandangan yang cantik, terutama ketika melalui wilayah perbukitan.
DiIndonesia kereta api telah dikenal sejak abad ke - 19 dan dijalankan pertama kali tanggal 17 Juni 1868 antara kota Semarang (Kemijen) dan temanggung dengan jarak 26 km. Perkembangan perkeretaapian di Indonesia dimulai dengan pemasangan lalu lintas Semarang - Surakarta oleh Nederlands Indische Spoorwegn Matschapj (NISM). Pencangkulan
Tipsmemilih tempat duduk KA Argo Parahyangan ekonomi. Discover more posts about ekonomi-argo-parahyangan. 80 kursi disusun 2-2 Akehe 40 kursi madep ngarep lan 40 kursi madep mburi ekonomi premium. Guncangan dan putaran roda kereta di tengah gerbong akan terasa. Atau Rp10000 lebih mahal dari Kereta Ekonomi Plus Argo Parahyangan.
1 Kursi Dekat Jendela. Kereta Api Argo Parahyangan kelas ekonomi memiliki konfigurasi sama dengan kelas eksekutif, yakni 2-2 jika kamu suka, duduk disamping jendelah kamu bisa memilih kode huruf A dan D. Kamu dapat menyaksikan berbagai macam pemandangan yang indah terutama ketika melalui wilayah perbukitan, kamu bisa mengambil video dan foto
Jadwalperjalanan KA Argo Parahyangan relasi Gambir-Bandung pada 29 Juli 2022 dengan harga tiket mulai Rp 95 ribu. TRIBUNTRAVEL.COM - Jadwal kereta api (KA) Argo Parahyangan relasi Gambir-Bandung periode perjalanan 29 Juli 2022. Rahasia Memilih Tempat Duduk Nyaman di Pesawat, Dibeberkan Mantan Pramugari British Airways
Ketikasaya mendaftar layanan kereta Argo Parahyangan, informasi ini dapat diberikan: Untuk berangkat dari Bandung ke Jakarta, tempat duduk yang searah dengan kereta adalah kursi 1-12 Untuk berangkat dari Jakarta ke Bandung, duduk di arah yang sama dengan kereta adalah 12-24.
wnqOl. Menurut saya, main ke Bandung itu perlu strategi. Berhubung pembangunan LRT di jalan tol Cikampek masih lama sepertinya pilihan transportasi terbaik dari Jakarta adalah kereta api. Tiga jam. Persis. Enggak pake deg-degan macet di jalan. Naik Argo Parahyangan dari stasiun Gambir kemudian tiga jam sampe tepat waktu di stasiun Bandung. Nah berhubung saya lumayan sering bolak-balik kota kembang buat dagang cilok, saya mau menjawab beberapa keresahan warga ibukota soal “enaknya pilih kursi kereta nomor berapa, ya?”. Biar puas lihat pemandangan, apet kursi yang menghadap maju ke depan, bukan duduk berasa berjalan mundur ditarik kereta. Oh iya ini ekonomi AC ya gaisss, yang harga tiket Jakarta-Bandung nya Rp 80 ribu saja. Tips pilih kursi kereta dari Jakarta ke Bandung – pilih nomor besar, angka belasan. Jadi di kereta Argo Parahyangan itu ada empat kursi yang berhadapan, posisinya persis di tengah gerbong. Coba cek sendiri ya posisi tengah yang mana. Nah, selebihnya kamu bisa pilih nomor yang angka-nya besar. Makin ke bawah, makin ke belakang. Untuk gerbong, ya bebas aja sedapetnya kamu. Kalau dapet gerbong 1 artinya kamu akan lebih cepat keluar dari stasiun. Dia ada di depan soalnya, satu gerbong setelah kantin. Gitu. -pilih huruf kursi D. Terbaik sih ini kalau berangkat naik kereta dari Jakarta menuju Bandung di pagi hari. Kalau kamu pilih posisi A atau B A samping jendela, kamu akan dapet pemandangan gerbong kereta yang ditumpuk-tumpuk di stasiun Purwakarta, sedikit lereng bukit dan lebih banyakan ketutup dinding tanah. Kayak gini Btw, kamu sekarang gak bisa kayak gini ya. Jalur foto-foto berbagai pose udah ditutup karena insiden kebakaran tahun 2017 silam. DIbakar sih tepatnya sama anak-anak alay Sementara kalau posisi C atau D D samping jendela, view kamu akan lebih luas lagi. Kamu bisa lihat jalan tol Cipularang, jurang, sungai, persawahan di lereng-lereng sepanjang jalur kereta. Tol Cipularang di ujung sebelah sana Ini saya kasih contoh ya. Kemarin pas naik kereta dari Gambir Jakarta ke Bandung kota saya pesan tiket 14 C dan 14 D. Keretanya melambat karena jalan menanjak. Itu tipis’ banget sih jembatannya huhu bawah langsung jurang huhuhu Terus kalau mau pulang ke Jakarta, pilih kursi yang kayak gimana ya? Tips pilih kursi kereta dari Bandung ke Jakarta – pilih nomor kecil, angka satuan. Gerbong bebas. Panduan posisi berdasarkan huruf sama seperti kereta dari Jakarta ke Bandung di atas. Biasanya nih, saya pulang ke Jakarta pasti pakai kereta paling malam jadi cari huruf kursi A B C atau D jadi tidak relevan lagi. Ya mau lihat apa, wong udah gelap! Untuk kedua tips-tips di atas semuanya dalam posisi tempat duduk hadap depan. Artinya, kamu akan duduk menghadap arah kereta melaju, bukan sebaliknya kayak punggung ditarik ke belakang. Paham yes? Udah segitu dulu tips memilih kursi di Argo Parahyangan. Semoga makin maksimal jalan-jalan ke Bandung-nya. Wihii~
Tips dan Trik Beli Tiket Kereta Api Argo Parahyangan Anda yang sering bepergian menggunakan kereta api dari Jakarta ke Bandung atau sebaliknya, pasti sudah mengenal kereta api bernama Argo Parahyangan, atau yang kerap disebut dengan sebutan GOPAR. Ini adalah satu-satunya kereta api yang menawarkan rute dari Bandung ke Jakarta juga demikian sebaliknya. Mengingat ini adalah satu-satunya kereta dengan layanan Bandung ke Jakarta atau sebaliknya, dengan layanan eksklusif, sudah tentu pihak KAI terus berbenah diri dalam memberikan fasilitas untuk para penumpangnya. Hal ini juga yang nantinya mempengaruhi tiket kereta api Argo Parahyangan. Artinya Anda tidak boleh sembarangan dalam memilih dan membeli tiket kereta api tersebut. Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan dengan baik, agar tiket kereta yang dibeli kelak, sesuai kebutuhan dan membuat Anda nyaman ketika menggunakan kereta tersebut. Dimana beli tiket Hal pertama yang perlu Anda perhatikan ketika akan membeli tiket kereta api Argo Parahyangan, adalah dimana Anda akan membeli tiket tersebut. Setidaknya ada 2 macam cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh tiket, yaitu online dan offline. Hal ini dilakukan untuk memudahkan para penumpangnya untuk memperoleh tiket secara mudah dan cepat. • Offline Ini adalah cara yang paling umum dilakukan. Dimana Anda akan mengunjungi stasiun kereta api, untuk membeli tiket kereta tersebut. Kunjungi loket pembelian tiket, dan utarakan jenis tiket yang hendak dibeli. Karena kali ini Anda ingin mengunjungi Jakarta atau sebaliknya, maka sebaiknya utarakan bahwa Anda akan membeli tiket GOPAR atau KA Argo Parahyangan, dengan tujuan Bandung atau Jakarta. Dari sini petugas loket akan melayani Anda secara langsung, dan memberikan tiket yang Anda inginkan. Di tempat ini pula Anda akan membayar tiket tersebut, dan memperoleh tiket dalam bentuk fisik. • Online Pembelian tiket secara online, adalah cara yang belakangan ini sering dilakukan. Dalam rangka memberikan layanan yang lebih baik untuk para pelanggannya. Pihak KAI, kini telah bekerja sama dengan beberapa layanan pembelian tiket, juga termasuk menyediakan aplikasi online KAI. Dibanding membeli tiket secara offline, pembelian tiket secara online ini terbilang sangat praktis, dan dapat dilakukan dimana dan kapan saja. Salah satu dari beberapa aplikasi pembelian tiket online yang dapat Anda gunakan adalah Anda hanya perlu mendaftar sebagai pengguna, setelah sebelumnya mendownload aplikasi yang dimaksud. Maka berbagai macam fitur, termasuk pembelian tiket kereta api, salah satunya tiket kereta api GOPAR, dapat dilakukan. Prosesnya sangat mudah dan cepat, hanya perlu mengisi beberapa data tiket, seperti nama kota asal, dan nama kota tujuan, tanggal keberangkatan, tanggal pulang untuk pembelian tiket kereta api pulang pergi, jumlah tiket yang akan dibeli dewasa dan bayi. Dengan demikian, informasi tentang jam keberangkatan, harga tiket dan informasi lainnya akan tertera secara jelas. Dari sini Anda dapat memilih tiket yang diinginkan. Tipe kelas pada tiket yang akan dibeli Tips berikutnya ketika akan membeli tiket kereta api Argo Parahyangan, adalah tipe kelas, pada kereta api yang akan digunakan. Ada 3 kelas GOPAR yang dapat dipilih, mulai dari • Ekonomi Walaupun ekonomi, tapi fasilitas kereta yang diberikan, terbilang lebih baik, dibanding kereta ekonomi umumnya. Anda akan menemukan kursi yang dapat direbahkan, 4 buah TV yang diletakkan di atas, 2 buah toilet, serta aneka fasilitas lainnya. Posisi tempat duduk, kali ini saling berhadapan, dengan jarak antar kursi yang terbilang cukup dekat. • Eksekutif Untuk masalah fasilitas, kelas yang satu ini sudah pasti lebih nyaman, dengan fasilitas yang lebih baik, mulai dari tempat duduk, dan aneka fasilitas lainnya. Seperti tempat duduk yang dapat direbahkan, posisi tempat duduk yang menghadap ke 1 arah, dan yang lainnya. • Priority Ini adalah salah satu layanan yang terbilang baru. Dari segi harga, sudah tentu lebih mahal dibandingkan harga tiket kelas lainnya. Tapi hal ini sepadan dengan fasilitas yang akan Anda rasakan ketika menggunakan kereta api yang satu ini. Mulai dari jarak antar kursi yang cukup luas, ini yang membuat jumlah total kursi alam 2 gerbong hanya 28 buah saja. Tempat penyimpanan dalam kabin yang seperti pesawat, kursi yang dapat direbahkan, TV di masing-masing kursi, adanya sandaran kaki, selain itu fasilitas toiletnya yang sangat nyaman, serta deretan makanan yang dapat dikonsumsi secara mudah, mulai dari makanan berat hingga aneka snack dapat diperoleh dengan mudah. Pilih posisi tempat duduk Khusus untuk tiket kereta api Argo Parahyangan jenis eksekutif dan prioritas, Anda tidak perlu khawatir masalah posisi tempat duduk. Lataran semuanya menghadap ke satu arah. Sedangkan ketika Anda memilih kursi jenis ekonomi, maka Anda harus mengecek nomor tempat duduk, dan arah kereta api tersebut akan laju. Misalnya saja untuk perjalanan dari Bandung ke Jakarta, maka nomor kursi yang menghadap ke depan adalah no 1 hingga 11, sedangkan yang akan menghadap ke belakang adalah no 12 hingga 20. Demikian sebaliknya untuk perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Anda yang tidak masalah dengan posisi tempat duduk, baik menghadap depan atau belakang, maka hal seperti ini dapat diabaikan. Jam keberangkatan Hal lain yang juga tidak boleh dianggap sepele, ketika memilih tiket kereta api Argo Parahyangan adalah jam keberangkatan. KA Argo Parahyangan dan KA Argo Parahyangan Prioritas, mempunyai ada 2 pilihan jam keberangkatan, untuk Bandung BDG ke Jakarta Gambir, yaitu a. Berangkat dari jam hingga b. Berangkat dari jam hingga jam Demikian pula untuk keberangkatan dari arah Jakarta Gambir, ke Bandung BGD, juga menyediakan 2 kali keberangkatan, yaitu a. Berangkat dari jam hingga b. Berangkat dari jam hingga jam Dari sini, Anda dapat memilih salah satu jam keberangkatan yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan Anda, apakah akan berangkat pagi atau berangkat sore. Pastikan Anda tiba di stasiun minimal 1 jam sebelum keberangkatan, terutama untuk melakukan print out tiket, bagi Anda yang membeli tiket secara online. Harga tiket Hal terakhir yang pastinya tidak boleh ketinggalan ketika membeli tiket kereta api Argo Parahyangan, adalah harga tiket itu sendiri. Kali ini cek berapa budget yang Anda miliki, untuk membeli tiket GOPAR. Kemudian pilih salah satu jenis tiket yang dirasa paling sesuai. Yang paling mempengaruhi harga tiket adalah posisi kursi dan kelas kereta yang akan dipilih. Demikianlah tips dan trik membeli tiket kereta api Argo Parahyangan yang harus Anda perhatikan dengan baik. Dari ulasan di atas, tentunya tidak sulit memilih jenis tiket yang diinginkan. Pastikan jenis tiket kereta akan dibeli kelak, sesuai dengan kebutuhan, dan pastinya budget yang dimiliki. Agar lebih aman, praktis, ekonomis sebaiknya beli secara online, di Hotel Murah.
Bandung ANTARA News - PT Kereta Api Indonesia KAI menambah 10 fasilitas baru untuk Kereta Api Argo Parahyangan guna memberikan kenyamanan bagi para pengguna moda transportasi massal tersebut. Sepuluh fasilitas baru yang dapat dinikmati masyarakat untuk KA Argo Parahyangan baru ini, adalah; Pertama, bodi stainless steel yang lebih tahan karat dan cat stripping yang minimalis. Kedua, penambahan jumlah toilet. Pada masing-masing kereta/gerbong ada dua buah yang terletak bersebelahan. Ini berbeda dengan toilet pada kereta- kereta yang ada sebelumnya, yakni toilet hanya ada di salah satu sisi saja. Ketiga, para pelanggan setia KAI juga semakin nyaman dengan adanya sandaran kaki yang lebih fleksibel, lampu tidur dan baca, meja mini yang bisa dilipat di sandaran tangan, serta bagasi kabin yang ada pembatasnya untuk tiap-tiap penumpang. Keempat, multimedia. Sebanyak empat buah layar monitor terpasang di dalam setiap kereta. Dua unit monitor berukuran 32 inci terpasang di ujung depan dan belakang, serta dua layar berukuran 19 inci menggantung di langit-langit kereta. Kelima, audio jack. Untuk mendengarkan suara dari monitor itu, penumpang tinggal memasukkan earphone atau headset ke lubang audio jack yang ada di setiap tempat duduk. Fasilitas ini diberikan KAI untuk memenuhi privasi setiap penumpang akan suara yang keluar dari tayangan monitor tersebut. Keenam, meja lipat. Pada setiap tempat duduk, penumpang bisa menggunakan meja lipat yang diambil dari sandaran tangan masing-masing. Ketujuh, Mushola. Di dalam kereta restorasi, KAI memfasilitasi penumpang yang hendak menjalankan ibadah salat dengan menyiapkan ruang musala yang lebar, dilengkapi dengan rak berisi sarung dan mukena serta cermin yang menempel di dinding. Delapan, CCTV. Untuk menunjang keselamatan dan keamanan, rangkaian kereta baru ini dilengkapi dengan dua buah CCTV dan dua buah tangga yang menempel di masing-masing kereta/gerbong untuk pijakan keluar kereta jika diperlukan dalam kondisi darurat. Selain itu, di lantai kereta juga disematkan jalur evakuasi yang bisa berpendar dalam kondisi gelap. Sembilan, Smoke-detector. Kereta baru ini tidak akan membiarkan penumpang menikmati asap rokok. Jadi apabila ada seseorang yang merokok di sana, alarm secara otomatis akan berbunyi. Terakhir, naik dan turun bisa di Stasiun Kiaracondong. Penumpang bisa naik dan turun dari Stasiun Kiaracondong, padahal sebelumnya, stasiun ini digunakan untuk kereta kelas ekonomi. Tapi khusus untuk kereta eksekutif Argo Parahyangan ada pilihan naik di Stasiun Kiaracondong. "Fasilitas pada rangkaian KA baru tersebut terus kami tingkatkan untuk memenuhi harapan pengguna jasa KAI," ujar Manajar Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus dalam siaran tertulisnya, Jumat. Kereta baru ini berkapasitas penumpang sebanyak 400 tempat duduk per rangkaian trainset, terdiri atas delapan kereta eksekutif, satu kereta makan restorasi, dan satu kereta pembangkit. "Kami berharap rangkaian baru KA Argo Parahyangan ini sebagai salah satu alternatif moda transportasi yang nyaman," Asep FirmansyahEditor Fitri Supratiwi COPYRIGHT © ANTARA 2018
Kereta Api Argo Parahyangan adalah satu-satunya layanan PT Kereta Api Indonesia Persero kelas eksekutif argo yang melayani rute Jakarta – Bandung dan sebaliknya. Kereta ini membawa penumpangnya menempuh jarak 166 kilometer dengan lama perjalanan hanya sekitar 3 jam. KA Argo Parahyangan berada dalam Daerah Operasional II Bandung. KA Argo Parahyangan akan memanjakan penumpang dengan pemandangan cantik sepanjang Gunung Priangan Barat. Stasiun perhentian selain stasiun keberangkatan dan kedatangan, adalah Stasiun Bekasi, Purwakarta, dan Cimahi. Khusus untuk rute Bandung – Jakarta, kereta juga akan berhenti di Stasiun Jatinegara sebelum perhentian akhirnya di Stasiun Gambir. Waktu keberangkatan KA Argo Parahyangan paling awal dari kota Bandung adalah pukul 0500 dan paling akhir adalah pukul 1940. Sementara untuk keberangkatan dari arah sebaliknya, atau Jakarta, kereta paling awal berangkat pukul 0505 dan paling akhir pukul 2000. Tiket kereta KA Argo Parahyangan juga ditawarkan dengan tarif beragam. Kereta ini memiliki kelas ekonomi dan eksekutif. Bagi kelas Ekonomi AC, tarif tiket adalah per orang. Sementara itu, untuk kelas eksekutif, tarif tiket KA Argo Parahyangan berkisar mulai dari – per penumpang. Seluruh kelas kereta sudah memiliki fasilitas AC, toilet, dan sarana hiburan audio video. Masing-masing tempat duduk penumpang juga sudah dilengkapi dengan stop kontak. Khusus kereta kelas eksekutif, tempat duduk penumpang sudah lengkap dengan lampu baca, meja lipat, bantal, selimut, dan pijakan kaki.
Di tahun 2019, saya sendirian ke Bandung dengan KA Argo Parahyangan. Tahun 2022 ini, saya mengajak mama yang sudah berusia 84 tahun untuk ikut Bandung. Teman mengomentari kalau saya nekat bener mengajak orangtua ke Bandung di akhir pekan. Mengingat Bandung sekarang sama ramainya seperti sebelum Covid. Akhirnya saya memutuskan untuk cuti hari Kamis hingga Jumat. Jadi, lumayan lah pas di hari-hari kerja dan pulang di hari Sabtu balik ke Jakarta. Yang jadi persoalan tentunya buat saya karena jarang banget traveling, apa ada lift ya di stasiun Gambir sama Stasiun Bandung? Saya iseng email ke CS KAI menanyakan hal ini. Jawaban dari mereka bisa langsung meminta tolong pada petugas yang ada di tempat. Wah, jawabannya menggantung ya... Tapi, first thing first, mari pesan tiket perjalanan terlebih saya, kita bisa memilih tempat duduk yang diinginkan di dalam kereta. Tapi saat itu saya telah memesan tiket dengan rentang waktu yang lumayan jauh. Kali ini, tiket baru saya pesan kurang lebih seminggu sebelum tanggal keberangkatan. Sebenarnya bisa memilih mau duduk di mana, selama masih ada ketersediaan. Seperti pas saya pesan, kursi telah banyak terisi oleh penumpang lain. Jadi, terima pasrah saja. Tapi, saya mau tetap bikin catatan kecil nih, seandainya di lain waktu ada kesempatan pergi ke Bandung lagi. Catatan ini jadi rangkaian dari yang berikutPergi sendirianKamu tipe yang maunya foto-foto pemandangan dari jendela kereta api atau justru lebih memilih tempat duduk yang tidak dekat jendela? Tempat duduk yang dekat dengan jendela adalah bagian A & D. Jika kamu lebih suka dekat jendela, maka tempat duduk dengan pemandangan yang okeBerangkat dari Jakarta menuju Bandung; pilih tempat duduk bagian dari Bandung menuju Jakarta; pilih tempat duduk bagian jelas lebih memilih duduk dekat jendela, karena lokasi electric plugs ada di dekat dengan manula dan bawa kursi perjalanan sebelumnya, saya mencoba juga beli tiket untuk kelas ekonomi. Dan buat saya sih kurang nyaman. lutut mentok sama kursi yang di depan. Kalau duduk dekat jendela, alamat yang di sebelah harus berdiri dulu sebelum kita bisa keluar mau ke restroom misalnya. Karena saya pergi sama ibu yang sudah sepuh, saya memilih kelas Eksekutif. Hanya beda sedikit dengan kelas ekonomi, tidak sampai Rp lah. Keuntungannya, jarak antara tempat duduk yang kita tempati dengan seat yang berada di depan kita itu lebih luas. Ya, gak luas-luas amat, tapi termasuk yang membuat nyaman. Mengingat durasi perjalanan yang memakan waktu kurang lebih sekitar 3 jam. Saya sempat ragu apakah membawa kursi roda itu masuk dalam kategori barang masuk bagasi? Ada sih peraturan mengenai bagasi di sini untuk jelasnya. Jadi, saya kudu memastikan kursi roda yang saya bawa bisa dilipat sepanjang perjalanan, agar tidak mengganggu penumpang lain. Untuk keberangkatan saya mendapatkan tiket gerbong 1, seat 1A & 1BUntuk kembali ke Jakarta dari Bandung, saya mendapatkan tiket gerbong 1, seat 3C & you can see, not a best seat buat melihat-lihat pemandangan. Tapi, mari kita lewatkan saja bagian itu. GAMBIR - BANDUNG ETD belum tahu sebenarnya lokasi lift di sebelah mana, saya memutuskan berangkat lebih pagi. Jam saya sudah mencari-cari taksi dong lewat apps. Kami pun turun di area keberangkatan. Di area ini banyak banget tempat makan dan nongkrong antara lain Starbucks, Bakmi GM dan macem-macem deh. Berikut lokasinya KAI ACCESSBelajar dari pengalaman yang sebelumnya, saya pun install KAI ACCESS. Tiket yang sebelumnya sudah saya beli lewat aplikasi lain, bisa ditambahkan di aplikasi KAI ACCESS. Tiket yang aktif akan muncul di apps KAI ACCESS seperti ini Pada hari keberangkatan saya cetak e-ticket. Walau kata-katanya dicetak, tapi maksudnya tidak perlu dicetak dalam bentuk fisik. Dalam apps, akan ada barcode untuk discan petugas nanti. Click E-Boarding Pass yang akan tersedia pada saat 2 jam sebelum keberangkatan. Penampakan tiketnya seperti ini. Nanti barcode akan discan petugas sebelum kita bisa masuk ke area tunggu. Jangan lupa siapkan KTP masing-masing ya jika yang berangkat lebih dari 1 orang. Karena sekarang ini masih dalam situasi pandemik, pastikan juga kalian sudah mendapatkan vaksinasi booster. Tidak usah ribet cetak sertifikat vaksin, karena akan ketahuan saat petugas scan barcode tiket. Sambil menunggu tiket dan identitas diri dicek, saya sekalian bertanya, apakah ada lift? Ternyata ada, walau hanya 1 di area kedatangan. Tapi petugas langsung membantu mendorong kursi roda ibu saya hingga kami sampai di peron. Bapak petugas juga membantu cek ke rekan-rekannya, di area mana kami bisa menunggu agar tidak terlalu jauh dari gerbong keretanya. Satu-satunya lift di stasiun GambirKebetulan juga, menunggunya tidak terlalu jauh dari lift ini; yang ternyata hanya ada lift ini saja. Saat pulang nanti, kami juga menggunakan lift ini. Untuk naik kereta, menemukan tempat duduk, semuanya siap membantu. Mulai dari petugas kebersihan, porter, petugas keamanan sampai kru kereta api juga langsung turun tangan. Dan kami lega banget karena di belakang tempat duduk ada area untuk meletakkan kursi roda. Kekurangannya, jendelanya gelap ya, jadi susah mau foto pemandangan HALAH!. Kekurangan lain adalah kami terlalu jauh untuk ke restroom dalam gerbong yang sama. Namuuuun, kami dekat dengan restroom di gerbong belakang kami. Jadilah sebelum kereta melaju kami pun buru-buru menggunakan restroom. TIBA DI BANDUNGSampai di Bandung pun, ada petugas yang membantu ibu saya turun dari kereta dan membantu mendorong kursi roda. Tapi di sini kami ada kesalahan komunikasi. Karena saya tidak menyangka dijemput sama teman, saya hanya mendengar sambil lalu perkataan petugas kalau kami akan keluar dari pintu Selatan. Padahal saya foto loh, pas mau keluar, dan kami ini sebenarnya keluar dari pintu MAXX COFFEE - PINTU UTARA Stasiun BandungMenuju pintu keluar dari gerbang utara ini melewati antara lain MAXX COFFEE. Tapi karena sudah lega sampai di Bandung dengan selamat, saya tidak bertanya lebih lanjut. Travelator Stasiun BandungDan saya senaaang banget, di stasiun Bandung ini ada travelator. Jadi memudahkan bagi penumpang yang menggunakan kursi roda. Seorang teman juga sudah menginformasikan hal ini sih dan setelah melihat sendiri rasanya wow, salut deh sama Stasiun KAI Bandung. !Pintu Utara - bisa keluar dari sini, bisa masuk juga dari sini. Supaya jangan lupa di lain hari, saya sematkan juga deh di sini pintu utara Stasiun Bandung. PULANG dari BANDUNG ke JAKARTAKarena sudah yakin akan naik KA dari pintu Selatan, maka sekitar 1,5 jam sebelum waktu keberangkatan, saya dan mama pun menuju stasiun KAI Bandung. Jelas, sudah tidak perhatian lagi kalau nama jalannya pun St. Bandung lewat Pintu SelatanSaya baru sadar dong, kami masuk dari gerbang yang berbeda karena tipe-tipe penumpangnya lebih terlihat penduduk lokal daripada turis dadakan seperti saya. Dari barang bawaan terlihat lebih sedikit, seperti tas selempang atau ransel kecil. Sementara turis-turis lokal kayak saya banyak yang bawa koper. Lalu cara mereka lari-lari masuk ke peron, itu seperti kalau saya berusaha mengejar busway yang akan masuk ke terminal. Tapi sudah terlanjur, jadi on the spot saya langsung cetak e-boarding pass seperti waktu keberangkatan dan ikut mengantri bersama penumpang lain. Pas petugas scan tiket dan cek KTP, dia langsung memberi petunjuk, begitu lewat pemeriksaan langsung ke sebelah kanan. Tapi berbeda dengan saat kedatangan ketika banyak petugas yang jaga, kali ini tidak ada. Saya pun harus mendorong sendiri kursi roda mama hingga ke travelator. Makin senewen karena di belakang saya gedebak gedebug para penumpang yang berusaha agar tidak ketinggalan kereta. Dan mereka permisi untuk melewati saya, kebayang kan jalur travelator yang sudah penuh dengan kursi roda dan mereka berusaha agar bisa lewat? Rusuh lah pokoknya situasinya, mereka panik dan saya juga jadi senewen. Ya, memang kursi rodanya bisa dikunci posisinya, tapi bukan berarti gampang digeser ke kiri dan ke kanan. Karena posisi travelator ini kan sedang naik ke atas, bukan dalam keadaan rata yang aman damai sejahtera. Lalu ketika sudah hampir tiba di ujung travelator, saya melirik ke sebelah kanan. Ada cowok yang berdirinya mepet banget, sepertinya dia tengah bersiap untuk tancap gas menguber kereta. Saya langsung minta tolong untuk membantu mendorong kursi roda begitu tiba di ujung travelator. Begitu sampai, kami berdua mengerahkan tenaga mendorong kursi roda. Dan ketika saya menengok untuk mengucapkan terima kasih, cowok tersebut sudah kabur. Semoga dia tidak ketinggalan kereta gara-gara menolong saya dan mama ya...Setelah kehebohan tersebut, saya langsung bahagia banget begitu melihat ada petugas. Saya memperlihatkan tiket dan ia pun mengambil alih mendorong kursi roda. Kami diantarkan sampai masuk ke dalam gerbong KA Argo Parahyangan. Dan kami masih punya waktu 45 menit untuk bersantai. Dari tempat duduk 3C & D. Sayangnya kali ini tempat duduk kami terletak jauh dari restroom, padahal terletak di gerbong yang sama. Saya pun terpaksa menitipkan kursi roda pada penumpang di kursi 1C. Kami sendiri mendapatkan tempat duduk di 3C & 3D. Untungnya, bapak di kursi 1C tidak keberatan kami menitipkan padanya. Jadi, jika membawa kursi roda, memang paling aman mendapatkan tempat duduk paling belakang atau paling depan. Yang saya hapal yang paling depan no 1A & saat sampai di stasiun KeretaWalau barang bawaan tidak banyak, sebaiknya sewa saja porter. Mereka akan dengan senang hati memberi informasi, di mana area yang banyak tempat makan, musholla, mini market sampai kursi pijat. Karena tempat makan dan tentu saja oleh-oleh, lebih banyak berada di area keberangkatan. Sekalian juga menanyakan, di mana sebaiknya memanggil taksi. Jangan memanggil taksi di area keberangkatan ya. Kebanyakan mereka berada di area lain, di mana para penumpang baru saja tiba.
tempat duduk kereta argo parahyangan